Seri Mindset Sukses Pebisnis – Untuk Apa Memiliki Banyak uang dan Kekayaan!

Assalamualaikum wr.wb dan salam sukses sahabat Agen HNI HPAI di manapun anda berada, semoga semakin hari semakin semangat untuk melakukan Syiar Produk Halal HNI HPAI.

Kali ini admin akan sharing topik seputar Mindset atau Poal Pikir Tentang Uang dan Kekayaan.

Salah satu “suara-suara” sumbang yang datang dari para Pecundang dalam dunia Materi adalah uangkapan – ungkapan seperti di bawah:

Buat Apa Nyari Dunia, Buat Apa Kaya!
Nanti dihisabnya lama!

Atau Anda Punya pikiran yang sama seperti ini?

 

Pendapat yang Salah Kaprah!

Buat apa sih mati matian ngejar dunia. Toh dunia mah gak bakalan dibawa mati. Betul apa betul?

Sepintas kalimat diatas sangat benar. Iya memang benar gak ada yg salah.

Namun bagi orang yang sadar akan doa yang sering ia panjatkan maka dia gak akan berkata demikian.

Dunia itu kecil dihadapan orang yang wara, dan taqwa. Namun bukan berarti kita Harus mengesampingkan dunia, karena doa yg diajarkan oleh Allah Pun dalam Al Qur’an ternyata memerintahkan kita untuk minta dunia dulu sebelum akhirat

Robbana aatina fiddunya hasanah, “Ya Allah berilah kami kebaikan hidup di dunia”

Wafilakhirati hasanah, waqina adza bannar… “..dan berilah kebaikan hidup diakhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka

Jadi ternyata dunia itu penting, jika tujuan nya akhirat.

Ibadah Yang Maksimal membutuhkan Materi

Kita lihat ibadah-ibadah kita pun ternyata memerlukan Materi. Contohnya shalat harus menutup aurat, maka kita butuh pakaian untuk dibeli.

Zakat butuh uang, untuk membeli beras atau memberi sedekah kepada orang lain.  Ibadah haji juga butuh biaya, dan masih banyak hal lain yg bisa kita lakukan jika “dunia dalam genggaman.”

Jika anda merasa cukup dengan penghasilan 10juta perbulan misalnya. Kenapa anda gak berfikir untuk menghasilkan 100juta perbulan. Sehingga 90 jutanya bisa anda sedekahkan. Iyaa kan??

Intinya jika melebihi dari standar yang kita harapkan maka kita bisa bikin/melakukan apa saja (INGAT JUST FOR AKHIRAT) supaya tambah cakep bin keren, asik khannnnn, 😍

Sahabat, jangan pernah merasa cukup jika kita masih sanggup menghasilkan lebih banyak uang/komisi untuk kebermanfaatan bagi sesama.

Kaya, Contoh Para nabi dan Orang – Orang Shaleh

Contoh lain. Nabi kita, Muhammad SAW adalah orang kaya. Usia 25 tahun sudah jadi saudagar. Diawali usia 7 tahun menggembala kambing.

Lalu Usman bin Affan juga sahabat nabi yang kaya, sehingga kekayaannya sampai saat ini blm habis dan nomor rekening nya tercatat di bank dunia atas nama Usman bin Affan. Kebun kurmanya di Mekkah masih berbuah dan diberikan gratis unk para jamaah haji, asset propertynya sekitar mekkah masih ada dan menghasilkan trilyunan setiap bulannya.

Lalu pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari beliau adalah kyai yang juga saudagar kaya. Sehingga sebagai ulama gak mikirin lagi soal ekonomi, beliau lebih fokus membangun umat dan bangsa.

Lalu ada KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah juga adalah orang kaya. Sudah ulama dan kaya pula.

Jadi gak ada contohnya dari nenek moyang kita bahwa kita harus berpangku tangan dan loyo.

Para pendahulu kita adalah orang-orang bermental kaya, dan saudagar kaya

Lalu apakah kita masih mau bilang “Buat apa ikutan jadi Member HNI HPAI?

Buat apa ngejar duniawi..?

Stop berkata/berfikir seperti itu

Saatnya kita bangkit Dan semoga Allah meridhoi melalui wasilah bergabung bersama HPA Global Network menjadi Saudagar kaya sehingga bisa menebar manfaat lebih banyak.

Alhamdulillah HNI HPAI memiliki visi misi mulia, membangun kader bangsa yg bertaqwa dengan menjadi Pengusaha dan membangun ekonomi bangsa Indonesia, dan mengentaskan pengangguran.

Bismillah, doa, yakin dan Ikhtiar semoga selalu mengiringi kita.

Yukk semangat nya di DiGENJOT LAGI Bahagia kan orang yang tersayang

Sesungguhnya Ke Fakiran(kemiskinan) sangat dekat dengan …..KEKAFIRAN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Telpon Sekarang!
Hub. Via WA!