Mutiara Hadits – Cara Rasulullah Menahan Lapar

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu dan salam sukses sahabat HNI. Semoga Perjuangan Kita dalam membangun kemabali peradaban dan ekonomi Islam semakin kuat dan Kokoh. Demikian pula semoga Allah mudahkan segala Urusan kita dunia dna kahirat. aaminn.

Salah satu teladan yang bisa kita ikuti dari Rasulullah adalah teladan beliau dalam menahan lapar.

Diriwatkan dari Aisyah ra bahwa “Kami, keluarga Muhammad, pernah tidak menyalakan api (memasak makanan) selama sebulan penuh. Kami hanya makan kurma dan air.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Sa’d dan Ibnu Hibban).

Abu Thalhah ra. meriwayatkan, “kami mengadukan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam tentang rasa lapar yang kami derita. Lalu kami memperlihatkan perut kami yang diganjal batu; masing-masing sebuah batu, kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam memperlihatkan perut beliau yang ternyata, diganjal dengan dua batu.” (HR Tirmidzi dan Abu Syekh).

Dalam Riwayat lain dikisahkan bahwa,

Suatu saat Rasulullah mengimami salat isya. Tiap kali menggerakkan badannya untuk sujud atau rukuk, terdengar bunyi kletak-kletik seperti tulang-tulangnya berkeretakan. Para makmum cemas, menyangka beliau sedang sakit keras. Maka, seusai salat, Umar bin Khatthab bertanya, ”Apakah engkau sakit wahai kekasih Allah?” ”Tidak, aku sehat walafiat,” sahut Nabi. ”Tapi mengapa tiap kali kau gerakkan tubuhmu, tulang-tulangmu berkeretakan. Pasti engkau sakit.” ”Tidak, aku segar bugar,” masih jawab Nabi.

Namun, lantaran para sahabat kelihatan makin khawatir, beliau lantas membuka jubahnya. Tampak oleh para sahabat, Nabi mengikat perutnya yang kempes dengan selempang kain yang diisi batu-batu kecil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu itulah yang mengeluarkan bunyi kletak-kletik. Umar memekik, ”Ya Rasul, alangkah hina kami dalam pandanganmu. Apakah kau kira jika kau katakan lapar, kami tidak bersedia menyuguhkan makanan bagimu?”

Rasul menggeleng seraya tersenyum. Lalu, ”Umar, aku tahu kalian para sahabat sangat mencintaiku. Tapi di mana akan kuletakkan mukaku di hadapan Allah, apabila sebagai pemimpin justru aku membikin berat orang-orang yang kupimpin?” ujarnya. ”Biarlah aku lapar, supaya manusia di belakangku tidak terlalu serakah sampai menyebabkan orang lain kelaparan,” lanjut Nabi Sallallahu alaihi wa sallam…

Semoga Kisah ini memberikan kita pelajaran bahwa bukanlah sebuah kemuliaan jika perut kita kenyang namun perut saudara di sekitar kita dalam keadaan keroncongan sepanjang malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Telepon Sekarang!
Hub. Via WA!