Belajar Dari Kisah Tragis Konglomerat Yang Kehilangan Rp25 Triliun Dalam Semalam

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu dan salam sukses sahabat HNI, semoga semakin semangat untuk Syiar produk Halalnya. Melalui artikel-artikel di website ini saya selalu berusaha untuk selalu berbagi pelajaran dan motivasi untuk setiap agen Hni HPAI atau siapapun yang ingin lebih baik  dari hari ke hari. Salah satu sumber pelajaran dari sekian banyak pelajaran Hidup dan Bisnis adalah belajar dari pengalaman orang lain.

Sukses – berhasil atau gagal – bangkrut.

Salah satu pengalaman bisnis yang bisa menjadi pelajaran adalah kisah Nyata Kebangkrutan Andrew Rickman, Pengusaha Inggris yang bnagkrut hanya dalam semalam.

Apa jadinya jika anda mengalami kehilangan harta hingga 25 Trilliun hanya dalam satu malam? Jangankan sebanyak itu, kehilangan 2 juta atau bahkan 250 ribu saja sudah membuat kebanyakan kita kalang kabut. apalagi kalau sampai Trilliunan seperti itu.

Namun itulah hidup, Allah memberi ujian kepada siapapun yang dikehendakinya. beriman atau kafir.

Menjadi Salah Satu Orang Terkaya di Inggris

Salah satu Orang yang pernah Menduduki peringkat sebagai salah satu orang terkaya di Dunia adalah Pionir teknologi asal Inggris, Andrew Rickman. Perusahaan yang ia dirikan – Bookham Technology, masuk bursa dan nilai sahamnya ditaksir sekitar £1,5 miliar atau hampir Rp28 triliun pada pertengahan tahun 2000.

Belajar dari kebangkrutan Andrew Rickman
Andrew Rickman, rugi 25Trilliun dalam semalam dan bangkit kembali

 

Nilai perusahaannya melesat seiring dengan peningkatan jumlah pemakai internet dan telepon genggam. Sebagai pemegang saham mayoritas di perusahaan tersebut tentu Rickman Mendapatkan Durian Runtuh harta yang sangat Banyak.

Media pun secara besar-besaran memberitakan sosok Rickman, yang mendapat predikat miliarder teknologi pertama Inggris. Ia diperlakukan layaknya selebriti, meski dalam keseharian, ia mengaku sebagau sosok yang sederhana.

Tapi ini tak menghentikan media membandingkan dengan aset milik orang-orang kaya di Inggris.

Ia digambarkan lebih kaya dari Ratu Elizabeth atau musisi Sir Paul McCartney bahkan jika kekayaan keduanya digabung, begitu ulasan media ketika itu.

Malang Tak Dapat ditolak, Untung Tak Dapat diraih

Itulah ungkapan yang bisa mewakili kondis Finansial Rick. Mendapatkan Kekayaan yang luar biasa lalau kemudian tiba-tiba saja hilang saat era kejayaan dotcom berakhir. Nilai saham perusahaannya anjlok. Ambruknya era dotcom membuat ia kehilangan US$1,8 miliar (setara dengan Rp25,3 triliun) hanya dalam waktu satu malam.

“Rasanya seperti hidup di musim dingin yang berkepanjangan setelah perang nuklir,” kenang Rickman kepada BBC memberi perumpamaan. Dengan kata lain, ia menjalani kehidupan yang sangat sulit.

Melihat lagi ke belakang pada masa-masa sulit di akhir tahun 2000, ia mengatakan bukan uang yang ia pikirkan.

“Jumlah uang (yang saya miliki ) kan hanya deretan angka-angka di atas kertas. Saya juga tak masalah kehilangan predikat sebagai miliarder dotcom pertama di Inggris,” kata Rickman.

“Yang sulit adalah menghadapi dampak terpuruknya era dotcom ini bagi perusahaan dan sektor teknologi,” katanya.

Pindah ke Silicon Valley

Produk yang dihasilkan Bookham tergolong canggih. Perusahaan yang didirikan pada 1988 ini memasok komponen optik bagi industri komputer dan telekomunikasi. Teknologi yang ia kembangkan memungkinkan transfer data secara cepat dengan menggunakan laser dan serat kaca.

Persoalannya adalah, harga produk ini mahal.

Dan ketika dotcom ambruk, konsumen Rickman – perusahaan-perusahaan yang membangun jaringan baru – beralih memakai produk dan teknologi yang lebih murah dan lebih sederhana.

Bangkit Dari Keterpurukan

Untunglah, Rickman masih punya sisa tabungan £50 juta. Bermodal uang tabungan ini, ia membangun lagi Bookham, perusahaan yang ia dirikan di dapur rumahnya di Wiltshire saat ia berusia 28 tahun.

Ia mencabut perusahaan dari bursa dan memindahkan kantor dari Inggris ke Silicon Valley di Amerika Serikat agar lebih dekat ke konsumen dan juga untuk membuat produknya lebih kompetitif dari sisi harga.

Bertahan di Inggris dan memakai mata uang pound membuat biaya produksi menjadi lebih mahal. Belajar dari runtuhnya dotcom Bookham akhirnya bisa bangkit.

Pada 2004 Rickman meninggalkan perusahaan untuk menjalani karier baru sebagai investor teknologi. Sekitar sepuluh tahun kemudian ia mendirikan Rockley Photonics di Oxford, Inggris, yang menghasilkan cip fotonik silicon yang digambarkan sebagai generasi baru cip mikro.

Kelebihan cip fotonik silicon, di antaranya adalah, bisa memproses lebih banyak data secara lebih cepat. Produk teknologi ini semakin banyak dipakai di pusat data, sistem sensor kendaraan swakemudi hingga telepon genggam keluaran terbaru.

Rickman mengatakan penghasilan Rockey saat ini “puluhan juta pound” per tahun namun berpotensi “naik menjadi miliaran” per tahun.   Ia belajar banyak dari keguncangan yang diakibatkan oleh runtuhnya dotcom.

Sejak itu Rickman membentuk tim yang menganalisis lingkungan tempat ia menjalankan bisnis. Tim ini berfungsi seperti alat yang bisa memberi peringatan tentang apa yang mungkin akan terjadi.

“Kami tak hanya menganalisis potensi bencana, tapi juga tren-tren yang meledak [yang disambut oleh konsumen],” katanya.

Peter Clarke, wartawan yang banyak meliput industri komunikasi, mengatakan Rickman adalah “satu dari sedikit pelopor teknologi yang juga punya darah sebagai pebisnis”.

Artikel ini sudah tayang dengan judul Kisah Konglomerat Dunia Yang Kehilangan 25,3T Dalam Semalam https://www.msn.com/id-id/ekonomi/ekonomidanbisnis/kisah-konglomerat-dunia-yang-kehilangan-rp253-triliun-dalam-semalam

Belajar dari Setiap Kejadian

Apa Pelajaran yang bisa Kita ambil dari Kisah perjalanan Bisnis Rickman Selama menenkuni Bisnis di dunia IT?

1. Saat memiliki penghasilan, sisihkan dan menabunglah dari penghasilan anda untuk persiapan saat ada situasi yangterjadi di luar kondali kita.

2. Masuk Bursa Saham bisa membuat anda kaya mendadak, pun sebaliknya

3. Saat jatuh, jangan terlalu lama di bawah. Segera bangkit dan ulang kesuksesan yang pernah diraiah sebelumya

4. Selalu awasi keadaan dan situasi di sekitar bisnis anda baik mengenai ancaman maupun peluang

5. Jangan Simpan telur dalam satu keranjang, lakukan divestasi atau pemisahan sumber penghasilan. Buatlah multiple source of income.

6. Saat Software kekayaan sudah terinstall di dalam pikirana anda, tidak peduli berapa kai anda terpuruk pasti bisa bangkit kembali.

7. Gunakan dan manfaatkan Daya ungkit dan keahlian orang lain untuk menjaga Bisnis anda.

8. Kekayana manusia itu bersifat sementara, bisa hilang dalam sekejap. Hanya Kekayaan Allah yang Kekal.

Demikian pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Bangkrutnya Milyuner Dunia semoga bisa menjadi nasihat kepada pribadi kita bahwa dunia ini hanyalah sementara. Tujuan kita sesungguhnya adalah menggunakan Bisnis di dunia untuk menjadi kendaraan menuju kehidupan kahirat yang abadi.

Salam sukses Penuh Keberkahan Untuk anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Telepon Sekarang!
Hub. Via WA!